Diberdayakan oleh Blogger.

Kamis, 17 Maret 2016

Tag:

Bondan Prakoso



Bondan Prakoso

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Bondan Prakoso
Bondan Prakoso
Latar belakang
Nama lahir Bondan Prakoso
Nama lain Mr. B
Lahir 8 Mei 1984 (umur 31)
Bendera Indonesia Jakarta, Indonesia
Pekerjaan Penyanyi, musikus
Tahun aktif 1988 - sekarang
Terkait dengan {{{associatedacts}}}
Pasangan Margareth Caroline Fatah
Orang tua Lili Yulianingsih (ibu)
Sisco Batara (ayah)
Almamater Fakultas Sastra Universitas Indonesia (D-3)
Akun Twitter OfficialBondan
Anggota
Bondan Prakoso & Fade 2 Black
Mantan anggota
Funky Kopral
Bondan Prakoso (lahir di Jakarta, 8 Mei 1984; umur 31 tahun)[1] adalah pemusik Indonesia yang mengawali karier bermusik sebagai penyanyi cilik pada tahun 80-an. Ia mulai dikenal sejak dirilisnya album Si Lumba-lumba.
Alumni D-3 Sastra Belanda Universitas Indonesia ini memulai karier remaja dan dewasanya saat membentuk grup musik Funky Kopral Pada tahun 1999 hingga tahun 2002. Kini ia membentuk grup musik baru bernama Bondan Prakoso & Fade 2 Black.

Profil

Bondan Prakoso adalah anak kedua dari tiga bersaudara pasangan dari Lili Yulianingsih dan Sisco Batara ini mengawali kariernya sebagai penyanyi cilik di era 80-an hingga awal tahun 90-an. Album perdananya yang bertitel Si Lumba-Lumba sukses dipasaran dan mencuatkan namanya.
Pada tahun 1998, Bondan membentuk grup musik Funky Kopral, sebagai bassist, hingga merilis 3 buah album. Bahkan album kedua grup musik ini diganjar penghargaan AMI Sharp Awards pada tahun 2001 untuk kategori Group Alternatif Terbaik.
Pada tahun 2003, Funky Kopral merilis album ketiga mereka dengan kolaborasi bersama Setiawan Djodi dengan hits singel Tokek dan lagi-lagi diganjar penghargaan AMI Sharp Awards pada tahun 2003 untuk kategori Kolaborasi Rock Terbaik.
Sayang, setelah album ketiga dirilis, ia mengundurkan diri dari Funky Kopral. Hingga pada tahun 2005 ia membentuk grup musik baru bernama Bondan Prakoso & Fade 2 Black dengan genre musik Pop Rock yang dipadu dengan Rap. Dengan grup musik barunya ini, Bondan diganjar penghargaan serupa, yakni AMI Sharp Awards pada tahun 2008 untuk kategori grup musik rap terbaik.
Sebelumnya, pada tahun 2006 Bondan bersama 12 orang pemain bass dari berbagai grup musik di Indonesia seperti Thomas "GIGI", Rindra "Padi", Bongky "BIP", Adam Sheila on 7 dan bassist Indonesia lainnya diganjar penghargaan oleh MURI untuk penghargaan Penampilan Bassist terbanyak dalam satu panggung.

Kehidupan pribadi

Pada tanggal 17 Desember 2007, Bondan menikahi kekasihnya yang bernama Margareth atau yang akrab disapa Margie yang bertempat di Restoran Cibintung, Ciputat, Tangerang, dengan mas kawin berupa seperangkat alat salat dan 17 gram emas. Dan dikaruniai seorang putri yang bernama Kara Anabelle Prakoso.

Kasus

Pada tanggal 1 Mei 2011, Bondan dipolisikan atas penghinaan.[2]

Diskografi

  • Solo
    • 8 buah album anak-anak (1988-1995)
    • Phsycadelic Sub Rythim (Bass Heroes)
  • Bondan Prakoso & Fade 2 Black
  • Bondan Prakoso
    • I Will Survive (2013)
    • Generasiku EP (2014)
    • Menerjang Matahari
    • Melodi Kedamaian
    • -Kau Tak Sendiri
    • Take It Easy  
    •  
    •  
    • Biografi Bondan Prakoso - Musisi Indonesia
      Pada awal tahun 2002, Bondan Prakoso yang juga dikenal oleh publik sebagai pemain bass berbakat besar, yang juga mantan pemain bass di sebuah band bernama Stream Funk Funky Kopral, dan Tito alias Titz yang dikenal sebagai rapper dan kelompok disebut Fade2Black, sering berbagi pemikiran dan ide untuk satu sama lain tentang musik. Mereka berdua datang dari latar belakang yang berbeda dari musik, Bondan Prakoso lebih mungkin di Funk dan musik Rock dan Titz dalam Rap / Hiphop. Pasangan ini kampus 2 dari Fakultas Budaya dan Humaniora, deepin 'dalam literatur Belanda, adalah Perguruan Tinggi teman di Universitas Indonesia, Depok.Ditahun 2003, Funky Kopral merilis album ketiga mereka dengan kolaborasi bersama Setiawan Djodi dengan hits singel Tokek dan lagi-lagi diganjar penghargaan AMI Sharp Awards ditahun 2003 untuk kategori Kolaborasi Rock Terbaik. Sayang, setelah album ketiga dirilis, ia mengundurkan diri dari Funky Kopral, Bondan Prakoso memutuskan untuk melangkah lebih jauh saat ia memutuskan untuk pensiun dari mantan band mereka, Funky Kopral.

      Bondan Prakoso dan Fade2Black
      Pada tahun 2004 adalah tahun dimana Bondan datang dengan sebuah ide untuk menggabungkan berbagai jenis musik dan menggabungkan mereka dalam bentuk paket baru musik, seperti pada pertengahan tahun, ia telah meminta Titz untuk bergabung dalam proyek musik. Titz berpikir bahwa akan lebih kuat dengan kelompoknya
    Jalur pendidikan yang dimasukinya selepas SMA memang bukan jurusan seni ataupun musik, melainkan Sastra Belanda di Universitas Indonesia. Tapi kecintaannya terhadap musik membuatnya menjadi musisi yang patut diperhitungkan. Mengawali karir sebagai penyanyi cilik di era 1980-an, anak muda yang akrab disapa Mr. B ini memasuki arena dunia hiburan dengan hitsnya Si Lumba-Lumba. Sejak itu, nama Bondan sebagai penyanyi cilik meroket. Setelah mengeluarkan 7 album, Bondan kecil berhenti bernyanyi di sekitar tahun 1995-an karena suaranya mulai berubah, memasuki usia puber. Meski sempat menghilang, Bondan kembali muncul pada 1999. Kali ini bukan lagi penyanyi cilik melainkan menjelma menjadi seorang bassist dari band bernama Funky Kopral.

    Biodata Bondan Prakoso

    Lelaki yang memiliki nama lengkap Bondan Prakoso ini lahir pada 8 Mei 1984. Ia merupakan anak kedua dari tiga bersaudara pasangan Lili Yulianingsih dan Sisco Batara. Ayahnya juga seorang musisi dan menularkan tradisi bermusik kepada anak-anaknya. Menginjak remaja, Bondan tetap bermusik bersama grup band kakaknya, Blend. Di band itu, Bondan berposisi sebagai pemain gitar. Sejak naik kelas 3 SMP, Bondan mulai tertarik instrumen bass setelah diperkenalkan oleh kawan ayahnya yang juga seorang pemain bass. Ia mulai rajin mempelajari teknik-teknik bermain bass yang baik dan benar, saat itu Bondan masih kelas 3 di SMA Islam Harapan Ibu, Jakarta. Faktor yang paling membuatnya tertarik beralih dari gitar ke bass adalah saat ia mendengarkan lagu-lagu dari Red Hot Chili Peppers (RHCP), seperti Soul to Squeeze dan Aeroplane. Menurutnya, bass memiliki bunyi yang unik. Selain berposisi di tengah-tengah (memainkan tempo dan rhythm), bass juga bisa berada di depan memainkan melodi.

    Sumber inspirasinya jelas Flea, pembetot bass RHCP, dan ngulik-ngulik teknik permainan bass dari beberapa musisi lain. Karena banyak dipengaruhi permainan Flea yang mengandalkan teknik-teknik melodis, Bondan pun juga berada di jalur yang sama.  Bondan juga sempat mengenyam kursus musik, namun hanya sebulan berhenti dan lebih memilih belajar sendiri. Selain sedikit banyak dipengaruhi oleh ayahnya yang musisi, Bondan hanya berlatih sekitar 2-3 jam sehari, paling lama sekitar 6 jam. Bondan sendiri mengaku tidak tahu apakah teknik bass yang ia mainkan sudah benar apa belum secara teori. Anak kedua dari tiga bersaudara ini lebih mengandalkan insting dan keyakinan. Membetot bass harus memakai jiwa, harus main hati. Bondan memainkan instrumennya sesuai yang didengar dan dilihatnya.

    Selain bergabung dengan band kakaknya, Bondan juga berpetualang mencari sesuatu yang baru di luar band itu. Ia sering melakukan jam session dengan grup-grup band lainnya, salah satunya adalah band yang bernama WR Supratman. Bersama band itu ia mendapat predikat sebagai Pemain Bass Terbaik di ajang Tawuran Levi’s tahun 1998.

    Titik Balik Bondan Prakoso

    Mulailah terpikir untuk membentuk band sendiri. Bersama empat orang kawannya, Anggara Mulia (vokal), Arlonsy Miraldi (gitar/backing vokal), Kristo Perwira (gitar), Bobbi Wibowo (drummer), serta Bondan sendiri pada bass, terbentuklah Funky Kopral di sekitar tahun 1998-1999. Segera setelah terbentuknya band ini, Bondan semakin menorehkan dirinya sebagai seorang pemain bass handal. Ia berhasil merebut perhatian jutaan masyarakat Indonesia dengan teknik-teknik tingkat tinggi ala Flea.

    Ciri khas permainan bass Bondan adalah insting liar dan teknik yang tak bisa dibilang mudah, cukup berbeda dengan para musisi bass lain yang kebanyakan memainkan bass sebagai unsur pengiring dan bermain tempo. Apalagi setelah album kedua Funky Kopral diluncurkan, Bondan memukau para penggemarnya di lagu Funchopat, yang memadukan antara gitar dan bass secara berbarengan. Bersama Funky Kopral, Bondan meluncurkan tiga album yaitu dua album yang diciptakan oleh Funky Kopral sendiri, dan satu album yang dikerjakan bareng Setiawan Djody di tahun 2002. Selepas itu, Funky Kopral guncang dan Bondan memutuskan hengkang dari band yang sudah membesarkan namanya itu.

    Biodata Bondan Prakoso – “Hidup Berawal dari Mimpi”

    Setelah tiga tahun vakum dari hingar bingar musik tanah air, Bondan kembali membuat gebrakan pada 2005 bersama Fade2Black. Bersama grup Hip Hop asal Bogor yang beranggotakan Tito, Ari dan Eza, ini Bondan menelorkan album bertajuk Respect. Kolaborasi ini menawarkan musik yang berbeda dari kebanyakan jenis musik yang sedang tren di Indonesia. Musik yang diusung Bondan bersama Fade2Black beragam, mulai dari alternatif, pop, rock, funk metal, college rock, rap-rock, hingga rap keroncong. Suatu paduan yang aneh namun kreatif.

    Dalam pengerjaannya, Bondan bertindak sebagai leader dan frontman, menggawangi segala posisi, baik sebagai produser, memainkan seluruh instrumen musik, hingga programming dan samplingnya. Sedangkan Fade2Black kebagian peran sebagai penyanyi rap-nya saja, dan kadangkala membuat lirik. Album "Respect" mendapat respons positif dari publik dan mereka segera menggodok album kedua yaitu "Unity". Ada yang hebat di album ini, yakni lagu andalan mereka yang berjudul Kroncong Protol. Pada lagu ini terjadi persilangan antara keroncong dengan rap. "Ingin membuat sesuatu yang Indonesia banget," tutur Bondan tentang lagu Kroncong Protol ini.

    Pada 2005, Bondan bermain di satu panggung bersama 13 pemain bass dalam satu tema Bass Heroes. Tercatat ada jajaran bassis terkemuka seperti Thomas Ramdhan (GIGI), Bongky (BIP), Rindra (Padi), Adam (Sheila on 7), Nissa (Omlette), Ronny(Cokelat), dan lainnya. Dalam even itu, Bondan memainkan komposisi ciptaannya sendiri berjudul Psychedelic Sub Rhythm. Tampilnya Bondan sejajar dengan bassist-bassist terkemuka di negeri ini merupakan bentuk pengakuan publik bahwa Bondan merupakan musisi muda yang disegani. Bondan sendiri bertekad mengubah citra bass yang selama ini hanya menjadi alat pendukung, bisa juga memimpin dengan memainkan melodi bernada rendah yang enak didengarkan. “Buktinya sekarang bass bisa tampil ke depan,” tuturnya.
    Sejak mengakhiri kolaborasi dengan Fade2Black tahun lalu, Bondan Prakoso baru menyelesaikan album solonya bertajuk Generasiku. Bondan menyiapkan kejutan bagi penggemarnya yang sudah rindu dengan karyanya. Di album baru itu Bondan akan memainkan genre rock. "70% rock. Kalau sama Fade2Black aku belajar memproduseri album sendiri, ada berbagai macam genre musik. Aku eksplorasi musik. Untuk solo pure aku mengedepankan selera musik aku sendiri," ujar Bondan di Tebet, jaksel, Rabu (18/6).
    Pilihan genre rock didasarkan pada kecondongan hatinya Bondan terhadap musik rock. Menurutnya di karya solo, Bondan harus jujur.
    "Karena buat aku bicara soal karya aku suka bicara jujur apa adanya. Bicara industri itu sudah dalam bagian target. Jiwa Bondan ya ada di mini album ini 70% rock," tegasnya.
    Bondan Prakoso?@Foto: KapanLagi.comĀ®
    Bondan Prakoso?@Foto: KapanLagi.com®

    Ada satu misi yang tetap dipegangnya saat berkerya baik kolaborasi maupun solo. Menurutnya setiap karya harus membawa aura positif.
    "konsep lirik, aku percaya lagu itu seperti doa, kalau positif akan nerima feed back yang positif. Memotivasi dan edukasi," paparnya.
    Bondan merasa nyaman berkarya sendiri saat ini. Baginya bersolo karir nggak ada beban tersendiri, terlebih tanpa label yang mengikat.
    Karena aku independen gak kerjasama dengan major label. Target pencapaian tujuan visi misi aku sendiri yang ngeset. jadi nggak ada diburu-buru target. Aku masuk di fase ngerintis lagi. nothing to lose," katanya.
    etelah vakum dengan , melanjutkan karirnya dengan solo karir. Mantan personel itu tercatat sudah mengeluarkan 2 album solo.

    "Pertama 'Generasiku', lagunya hanya keseuran aja. Berharap untuk generasi muda sependapat dengan gua untuk pergerakan dengan perubahan," ujar Bondan saat ditemui di Gedung Sarinah, Jakarta Pusat, Selasa (4/3).

    Sementara itu album kedua lebih bercerita mengenai kehidupannya sendiri. "Lebih personal ya. Tentang bagaimana kita bertahan hidup, mencari jati diri," sambungnya.

    Menurut Bondan, saat ini perkembangan industri musik Indonesia sudah mengalami perubahan dan lebih modern. "Di kacamata saya, sudah mengalami transisi, perpindahan analog dan digital," ujarnya. memutuskan untuk bersolo karir setelah ia dan Fade 2 Black vakum beberapa waktu lalu. Kini Bondan kembali tampil solo dengan meluncurkan album yang dirilis di bawah labelnya sendiri, Vold Record.

    "Setelah vakum project bersama Fade 2 Black, pasca vakum saya membuat single 'I will Survive'. Saya jual dalam bentuk fisik dan juga digital. Ini sekarang saya putuskan untuk bersolo karir dan telah membuat mini album isi lima lagu dengan genre rock," kata bondan saat ditemui di kawasan Kuningan, Jakarta, 24 September.

    Di bawah label Vold record, Bondan mengatakan album barunya itu dikerjakannya sendiri. Mulai dari menciptakan lagu, instrumen hingga proses recording. "Dengan bersolo karir saya belajar mengembangkan diri di dunia musik, bukan hanya sekedar produksi tetapi saya melihat musik dengan kacamata yang lebih luas lagi dengan membuat label rekaman sendiri, kecil-kecilan. Semua saya bangun sendiri, dibantu tim saya mulai instrumen sendiri, menggandakan sendiri, distribusi sendiri," jelas Bondan.

    Rencananya, mini album itu akan dirilis Oktober depan dengan single "Generasiku". Bondan mengatakan materi sudah rampung dan sudah disiapkan 50 ribu keping. "Rencananya bulan Oktober, kalau sekarang pre-order dan hanya dijual untuk fans aja. Mudah-mudahan mini album ini bisa sampai dan bisa diterima fans," harapnya.

  • telah meluncurkan single solo perdananya, "I Will Survive", setelah vakum dari proyek bersama . Meski menjadi solois, Bondan mengaku tidak akan menghilangkan konsep band-nya.

    "Solonya Bondan ini nggak seperti atau , ada instrumennya," ujar Bondan di pembuatan video musik "I Will Survive" di Tanah Kusir, Jakarta, Senin (4/11). "Segmennya kita juga ngeband. Karena jiwa saya adalah ngeband, jadi konsepnya tetap seperti itu."

    Musisi berusia 29 tahun ini juga akan tetap memainkan bas seperti biasanya. Permainan basnya ini menjadi salah satu dari tiga segmen yang akan disajikan Bondan dalam video musiknya.

    Lewat single "I Will Survive", Bondan ingin memotivasi diri sendiri dan para pendengarnya untuk tetap bertahan dalam menghadapi cobaan hidup. Rencananya, video musiknya akan diluncurkan lewat website resmi Bondan dalam waktu dekat.Duet bersama suami atau istri menjadi pilihan beberapa penyanyi di Indonesia. Namun, mengaku enggan mengajak istrinya, Margareth Caroline Fatah, berkolaborasi bersamanya. Ia pun lebih memilih tampil solo di single "I Will Survive" yang dirilisnya pasca vakum dari proyeknya bersama .

    "Saya tidak menjual istri dan keluarga saya," ujarnya di kawasan Kebon Jeruk, Jakarta Barat, Minggu (27/10). "Nggak lah, kalau istri posisinya sebagai pondasi dan tiang di rumah."

    "Dia sudah cukup sibuk sekali. Sebagai istri, ibu, semuanya dia," lanjut artis berusia 29 tahun ini. "Kayaknya kalau berduet malah berantakan semua."

    Mantan penyanyi cilik ini juga mengaku kalau istrinya memahami pekerjaannya sebagai musisi yang kerap manggung sampai larut malam. Ia pun rela mencurahkan waktunya yang terbatas untuk keluarga setiap pekerjaannya selesai.

    Bondan dan Fade2Black vakum untuk mengurusi proyek mereka masing-masing yang tertunda. Rencananya, Bondan ingin meluncurkan mini atau full album setelah merilis "I Will Survive".
    Bondan Prakoso masih disibukkan dengan penggarapan album solo perdananya yang akan dirilis Oktober mendatang. Mini Album bertajuk Generasiku ini sudah 70 persen rampung. Generasiku akan menjadi album solo perdana bagi Bondan, setelah berpisah dengan Fade 2 Black.

    Materi lagu yang akan dibawakan dalam album inipun sangat berbeda dari genre yang dibawakannya bersama Fade 2 Black, rock.

    "Sudah 70 persen materi single aku, ada lima lagu yang sudah jadi, dan genre yang dibawakan berbeda dari sebelumnya. Dan sudah ada fisiknya juga," kata bondan saat ditemui Okezone di Kuningan, Jakarta Selatan, kemarin malam

    Lirik lagu yang ada di dalam mini albumnya inipun  tidak jauh-jauh dari kata motivasi, dan apa yang disampaikan di dalam lirik lagunya.

    "Untuk Lirik aku masih percaya apapun yang kita sampaikan, ketika mereka mendengarkan, mereka juga bisa mengambil nilai positif dan ikut termotivasi dengan lagu tersebut," tutup dia.Semenjak memutuskan berpisah dari Fade To Black, penyanyi dan bassist Bondan Prakoso mengaku mendapat tanggapan beragam dari para penggemarnya.

    Bondan mengungkapkan, para fans setianya justru mendukung keputusannya bersolo karier. Namun, menurutnya tidak sedikit pula para fans Fade To Black menyayangkan sikapnya memilih jalur indie. Mantan personel Funky Kopral itu mengaku banyak penggemarnya merasa kehilangan.

    "Bagus banget untuk fans yang die hard fans. Kalau yang fans biasa melihat gue sama Fade to Black, mereka akward ngelihat gue sendiri, fans Fade to Black merasa kehilangan, mereka melihat gue sendiri aneh," ungkap Bondan saat berbincang dengan Okezone.

    Pelantun Tetap Semangat itu menuturkan, beberapa penggemarnya juga menilai dengan bersolo karier bisa menjadi fase baru dalam kehidupannya. Dia pun memaklumi pro kontra yang terjadi karena keputusannya.

    "Tapi ada sebagian yang melihat ini fase baru dalam hidup gue, ada pro kontra, itu wajar lah," tandasnya.Perasaan bahagia dan haru tengah dirasakan musikus Bondan Prakoso. Bondan didapuk mewakili  Indonesia untuk manggung di ajang festival musik international, Festival Envol et Macadam, September mendatang di Kanada.

    Bondan berhasil menjuarai sebuah kompetisi musik dimana pemenangnya mewakili nama Indonesia sebagai salah satu penampil di festival musik yang digelar di Quebec City itu. Ia menyisihkan beberapa ratusan musikus lain termasuk, band indie, The Banery.

    "Ini adalah perasaan yang sungguh hebat dan mengharukan, karena ini merupakan pertama kalinya lagi saya mengikuti kompetisi musik setelah 18 tahun lamanya. Dan menang dalam kompetisi kelas dunia merupakan hal yang benar-benar luar biasa dan ini pertama kalinya bagi saya, Donnie (guitar), dan Kiki (drum), it's awesome." ujar Bondan kepada Okezone.

    Festival Envol et Macadam sendiri telah dilangsungkan sejak tahun 1996 dan hingga saat ini musisi besar dari berbagai genre seperti NOFX, Dinosaur Jr, Sum 41, Bloc Party, Metric, Julian Marley, Bad Religion, Mastodon, Hatebreed, As I Lay Dying, No Use For A Name, dan Lagwagon pernah menjadi line up di festival ini.

    Band-band yang telah tampil di ajang ini antara lain: Cupumanik (2011), Navicula (2012), dan Saint Loco (2013). Bondan Prakoso juga menjadi musisi rock solo pertama yang akan mewakili Indonesia untuk tampil di Festival Envol et Macadam. Selama digelar lebih dari dua dekade festival ini lebih banyak diikuti band-band dari berbagai genre.

    "Kami bertiga akan memberikan yang terbaik dari yang terbaik untuk Indonesia di pentas dunia, kami siap untuk menginvasi Kanada,” dan ini adalah koleksi bass milik bondan prakoso












About Unknown

Hi, My Name is Hafeez. I am a webdesigner, blogspot developer and UI designer. I am a certified Themeforest top contributor and popular at JavaScript engineers. We have a team of professinal programmers, developers work together and make unique blogger templates.

0 komentar:

Posting Komentar